Potensi Desa

Pertanian

Kepemilikan Lahan Pertanian dan Tanaman Pangan

Desa Loleng dari segi pertanian memiliki potensi desa yang cukup tinggi untuk dijadikan sebagai objek wisata. Lahan pertanian tanaman pangan yang luas dapat dijadikan sebagai objek wisata dengan datang untuk berkeliling melihat-lihat lahan pertanian dan tanaman pangannya.

Luas Kepemilikan Lahan Jiwa
Memiliki lahan pertanian 250
Tidak memiliki lahan 280
Memiliki lahan kurang 1,0 Ha 120
Memiliki lahan 1,0 – 5,0 Ha 130
Memiliki lahan 50 – 100 Ha 0
Memiliki lahan lebih dari 100 Ha 0
Petani (mengolah) 102

 

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah warga yang memiliki tanah pertanian adalah sebanyak 250 jiwa. Jumlah warga yang tidak memiliki lahan pertanian sebanyak 280 jiwa. Jumlah warga yang memiliki luas lahan kurang dari 1,0 Ha sebanyak 120 jiwa. Jumlah warga yang memiliki luas lahan antara 1,0 – 5,0 Ha sebanyak 130 jiwa. Sedangkan jumlah warga yang telah mengolah lahan pertanian pangannya adalah sebanyak 102 jiwa.

Luas Lahan Pangan Menurut Komoditas

Hasil pertanian pangan selain dijual ke masyarakat, dapat juga masyarakat turun langsung untuk memanen hasil dan juga dapat ikut melihat proses penanamannya. Adapun jenis tanaman pangan yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Loleng adalah sebagai berikut:

 

No Nama

Komoditas

Luas Produksi ( Ha) Hasil Produksi ( Ton / Ha )
1 Ubi Kayu 7,0 3,0
2 Padi Sawah 25,0 1,5
3 Kacang Panjang 1,0 0,5
4 Terong 1,0 1,0
5 Buncis 1,0 0
6 Mentimun 2,0 1,0
7 Tomat 3,0 1,0
8 Cabai 5,0 1,0

 

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jenis komoditas terbesar adalah tanaman padi sawah luas lahannya mencapai 25,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 1,5 Ton/Ha. Luas lahan tanaman ubi kayu 7,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 3,0 Ton/Ha. Luas lahan tanaman cabai 5,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 1,0 Ton/ha. Luas lahan tanaman tomat 3,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 1,0 Ton/Ha. Luas lahan tanaman mentimun 2,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 1,0 Ton/Ha. Luas lahan tanaman buncis 1,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 0 Ton/Ha. Luas lahan tanaman terong 1,0 Ha dengan hasil produksi 1,0 Ton/Ha. Luas lahan tanaman kacang panjang 1,0 Ha dengan hasil produksi sebesar 0,5 Ton/Ha.

Kepemilikan Lahan Tanaman Buah-Buahan

Komoditas lahan tanaman buah-buahan juga menjadi salah satu objek yang menarik dari Desa Loleng miliki. Masyarakat dapat langsung memetik dan memanen buahnya. Petani yang mengolah tanaman buah-buah di Desa Manunggal Jaya masih tergolong sedikit dibandingkan dengan lahan tanaman pangan.

Luas Lahan Tanaman Buah Jiwa
Memiliki lahan perkebunan 430
Tidak memiliki lahan 0
Memiliki lahan kurang 5,0 Ha 430
Memiliki lahan 10 – 50 Ha 0
Memiliki lahan 50 – 100 Ha 0
Memiliki lahan 100 – 500 Ha 0
Memiliki lahan 500 – 1000 Ha 0
Memiliki lahan lebih dari 1000 Ha 0
Perkebunan (mengolah) 430

 

Dari tabel di atas jumlah warga yang memiliki lahan perkebunan sebanyak 430 jiwa. Jumlah warga yang tidak memiliki lahan perkebunan sebanyak 0 jiwa. Jumlah warga yang memiliki luas lahan kurang dari 5,0 Ha sebanyak 430 jiwa. Sedangkan, total warga yang mengolah lahan perkebunannya sebanyak 430 jiwa. Sebagian kebun warga yang lahannya cukup luas ada disekitar RT 3, RT 4, dan RT 5.

Hasil Tanaman Buah-Buahan

Masyarakat Desa Loleng selain membudidayakan tanaman pangan, Penduduknya juga membudidayakan tanaman buah-buahan. Tanaman buah-buahan di Desa Manunggal Jaya cukup beragam. Durian, rambutan, salak dan jeruk merupakan salah satu komoditas yang ada di Desa Loleng

Gambar Hasil Panen Tanaman Buah-Buahan.

Berdasarkan data diagram diatas, dapat diketahui komoditas terbesar adalah buah salak dengan luas tanam

diketahui komoditas terbesar adalah buah pisang kemudian buah durian. Buah pisang dengan luas tanam 2760 pohon, yang dapat menghasilkan total panen mencapai 39,3% atau 90 Ton/Ha. Untuk buah durian dengan luas tanam 850 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 17,5% atau 40 Ton/Ha. Buah rambutan dengan luas tanam 750 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 8,7% atau 20 Ton/Ha. Buah matoa dengan luas tanam 200 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 6,6% atau 15 Ton/Ha. Buah kelengkeng dengan luas tanam 150 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 7,9% atau 18 Ton/Ha. Buah jeruk dengan luas tanam 200 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 13,1% atau 30 Ton/Ha.

Terdapat lahan buah-buahan yang tidak begitu luas seperti, kebun mangga dengan luas tanam 130 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 1,7% atau 4 Ton/Ha. Buah belimbing dengan luas tanam 95 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 0,9% atau 2 Ton/Ha. Buah sawo dengan luas tanam 55 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 1,3% atau 3 Ton/Ha. Buah langsat dengan luas tanam 60 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 1,3% atau 3 Ton/Ha. Buah pepaya dengan luas tanam 120 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 0,9% atau 2 Ton/Ha. Buah jambu di desa ini cukup beragam, ada jambu air, jambu jamaika, jambu biji, dan jambu mete. Jika dirata-ratakan pohon jambu dengan luas tanam sekitar 75 pohon, dapat menghasilkan panen mencapai 0,9% atau 2 Ton/Ha

Perternakan

Selain sektor pertanian Desa Loleng juga menekuni di bidang sektor peternakan kecil. Beberapa hewan ternak yang banyak di kembangkan oleh warga desa loleng antara lain adalah burung walet, angsa, bebek, kambing ayam kampung, sapi. Jumlah populasi ternak yang di miliki oleh penduduk desa loleng dapat di lihat dengan tabel sebagai berikut .

No Jenis Hewan Ternak Jumlah Pemilik (jiwa) Jumlah populasi ternak (ekor)
1 Burung Walet 5 0
2 Angsa 20 30
3 Kambing 11 26
4 Bebek 27 72
5 Ayam kampung 19 50
6 Sapi 10 25

Berdasarkan hasi tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk yang memiliki burung walet adalah 5 jiwa dengan perkiraan jumlah populasi tidak terhingga berapa ekornya. Jumlah warga yang memiliki hewan angsa adlah sebanyak 20 jiwa dengan perkiraan jumlah populasi 30 ekor. Jumlah warga yang memiliki hewan kambing sebanyak 11 jiwa dengan perkiraan jumlah populasi 26 ekor. Jumlah warga yang memiliki hewan bebek adalah sebanyak 27 jiwa dengan perkiraan jumlah populasi 72 ekor. Jumlah warga yang memiliki hewan ayam kampung adalah sebanyak 19 jiwa dengan perkiraan jumlah populasi 50 ekor, dan jumlah warga yang memiliki hewan sapi adalah sebanyak 10 jiwa dengan perkiraan jumlah populasi sebanyak 25 ekor. Sedangkan jumlah warga yng lainnya tidak memiliki peternakan.

 

 

Potensi Sumber Daya Manusia

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di desa loleng dapat di liat pada diagram di bawah ini :

Kebun Sawit

Kebun sawit adalah salah satu milik warga dan perusahaan sebagai mata pencaharian warga desa loleng yang dimana mereka bekerja sama dengan berbagai perusahaan sawit agar mrncukupi penghasilan mereka yang memiliki lahan perkebunan sawit

 

Pembuatan Tusuk Sate

Desa Loleng merupakan salah satu desa yang mempunyai hutan bambu yang cukup luas. Sebagian besar penduduk desa loleng memanfaatkan hutan bambu sebagai salah satu mata pencaharian mereka, seperti pengerajin tusuk sate. Pembuatan tusuk sate dilakukan secara manual, di mulai dari proses pengambilan sendiri di hutan bambu menggunakan gergaji sampai dengan pencacahan dan penghalusan dengan alat-alat seperti golok dan pisau di rumah. Tusuk sate yang dihasilkan akan dipasok dan dijual ke pengepul tusuk sate. Namun, biasanya pengepul tusuk sate yang akan mengambil ke setiap rumah warga. Tusuk sate sendiri biasanya digunakan tidak hanya untuk tusuk sate saja. Namun, terkadang digunakan untuk yang lainnya seperti tusuk pentol dan sebagainya. Mata pencaharian sebagai pengerajin tusuk sate hanyalah sekedar pekerjaan sampingan bagi warga Desa Loleng. Walaupun menjadi pekerjaan sampingan hasil dari penjualan tusuk sate tersebut saat ini sangat membantu perekonomian di Desa Loleng. Warga Desa Loleng sangat memaksimalkan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.